Minggu, 19 November 2017

Nama : Muhamad Yusup
Npm   : 17214027
Kelas : 4EA10

Tugas Manajemen Keuangan Internasional

FOREIGN EXCHANGE EXPOSURE
Eksposur Mata Uang Asing mengacu pada risiko yang terkait dengan nilai tukar mata uang asing yang sering berubah dan dapat berdampak buruk terhadap transaksi keuangan dalam mata uang asing daripada mata uang domestik perusahaan.
Dengan kata lain, risiko perusahaan bahwa arus kas masa depannya terpengaruh oleh perubahan nilai mata uang asing, di mana ia mempertahankan pembukuan akun (neraca), karena volatilitas nilai tukar mata uang asing disebut sebagai eksposur valuta asing.
Bukan hanya perusahaan yang secara langsung melakukan transaksi keuangan dalam denominasi mata uang asing menghadapi risiko eksposur asing, namun juga perusahaan lain yang secara tidak langsung terkait dengan mata uang asing terkena risiko mata uang asing.
Misalnya, jika perusahaan India bersaing melawan produk yang diimpor dari China dan jika yuan China per rupee India turun, maka para importir menikmati penurunan keuntungan biaya atas perusahaan India tersebut. Hal ini menunjukkan, bahwa perusahaan yang tidak memiliki hubungan langsung dengan forex memang terpengaruh oleh perubahan valuta asing.

1.     TRANSACTION EXPOSURE
Transaction Exposure adalah exposure valas perusahaan dalam transaksi-transaksinya dengan negara lain dimana transaksi tersebut terjadi pada saat ini, namun pembayarannya dilakukan pada masa datang. Pada saat jatuh tempo/penyelesaian transaksi-transaksi tersebut menaikkan keuntungan-keuntungan/kerugian-kerugian mata uang. Dengan kata lain, selama periode komitmen-komitmen pembayaran atau penerimaan tersebut belum jatuh tempo, kurs nominal dapat berubah dengan membuat nilai transaksi ada dalam resiko. Eksposur transaksi terjadi ketika perusahaan terlibat dalam transaksi yang didenominasi mata uang asing/valas yang akan terjadi di masa yang akan dating.

2.     ECONOMIC / OPERATING EXPOSURE
Exposure valuta asing terdiri dari operating exposure dan transaction exposure dan translation expocure. Transaction exposure adalah ukuran perubahan nilai dari kewajiban keuangan di masa lalu yang belum jatuh tempo sampai setelah adanya perubahan kurs. Jadi transaction exposure terjadi pada arus kas perusahaan yang diakibatkan kontrak kewajiban yang telah dilakukan. Sedangkan operating exposure,disebut juga exposure economi, exposure kompetitif atau exposure strategis adalah mengukur perubahan alam nilai sekarang perusahaan yang diakibatkan oleh setiap perubahan dalam arus kas operasional masa depan perusahaan yan disebabkan oleh perubahaan yang tidak diharapkan dalam nilai tukar. Perubahan nilai itu tergantung pada pengaruh perubahan nilai tukar terhadap volume penjualan, harga, dan biaya-biaya di masa depan.(Eiteman, 2010).
Dalam krisis ekonomi global sekarang ini, fluktuasi kurs antar mata uang asing menyebabkan peningkatan operating exposure. Karena operating exposure dapat mempengaruhi pendapatan dan biaya perusahaan di masa datang, maka suatu perusahaan membutuhkan perspektif jangka panjang, dengan anggapan bahwa operasi perusahaan akan berkelanjutan dalam lingkup kompetisi biaya dan harga yang dapat dipengaruhi oleh perubahan kurs antar mata uang asing.

KarakteristikOperatingExposure
            Eksposur operasi yang juga dikenal sebagai eksposur ekonomi, eksposur kompetitif, dan terkadang eksposur strategis mengukur setiap perusahaan dalam nilai kini yang terjadi akibat perusahaan arus kas operasi masa depan, yan disebabkan oleh perubahan arus nilai tukar secara tak terduga. Mengukur eksposur operasi perusahaan memerlukan peramalan dan analisis atas seluruh eksposur transaksi masa depan perusahaan dan eksposur masa depan atas seluruh competitor dan competitor perusahaan di seluruh dunia.

            Pengaruh eksposur operasi terdapat kesehatan janka panjang suatu bisnis terbilang jauh lebih penting, jika dibandingkan dengan perubahan yang disebabkan oleh eksposur transaksi maupun eksposur translasi. Namun demikian, eksposur operasi tetap bersifat subjektif karena bergantung pada estimasi perubahan arus di masa depan selama periode waktu tertentu. Perencanaan terhadap eksposur operasi merupakan tanggungjawab manajemen sutuhnya karena tergantung pada interaksi antara strategi keuangan, pemasaran, pembelian dan produksi. 


Pendekatan Kontraktual: Lindung Nilai Terhadap Transaksi yang Tidak Dapat Dilindungi

            Dalam kondisi pasar yang semakin mengglobal dan terkait satu sama lain seperti dewasa ini, maka dalam beberapa kali kesempatan untuk melakukan hedging menjadi terbatas. Sebagai alternative, perusahaan dapat melakukan lindung nilai secara kontraktual. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengambil posisi opsi mata uang jangka panajng untuk mengimbangi potensi kerugian dari perubahan kurs nilai tukar dengan arah yang tidak dikehendaki. Selain itu, kemampuan untuk melakukan lindung nilai terhadap transaksi yang tidak dapat dilindungi bergantungpadakemampuanperusahaan:

1.                  Untuk memprediksi arus kas masa depan
2.                  Untuk memprediksi respon pesaing terhadap perubahan kurs nilai tukar

            Transaction exposure valuta asing dapat dikelola dengan hedge kontraktual, operasional, dan kuangan. Sejumlah hegding kontaktual utama menggunakan pasar forward, pasar uang, future, dan opsi. Hedging operasional dan keuangan menggunakan perjanjian pembagian risiko, lead, dan lag dalam persyaratan pembayaran, swap, dan berbagai strategi lain.

            Isitlah hedge alami merujuk pada mengoffset arus kas operasional yang timbul dalam menjalankan bisnis. Hedge keuangan merujuk baik pada mengoffset kewajiban utang atau beberapa derivative keuangan seperti swap tingkat bunga. Hedging harus dibedakan secara seksama seperti keuangan membedakan arus kas operasi dan pembiayaan.

3.     TRANSLATION EXPOSURE
Eksposur translasi yang juga disebut sebagai accounting exposure, timbul karena laporan keuangan perusahaan anak di luar negeri – yang dinyatakan dalam mata uang asing – harus disajikan kembali dalam mata uang pelaporan perusahaan induk agar perusahaan dapat menyusun laporan keuangan konsolidasi. Proses akuntansi untuk translasi mencakup perubahan (konversi) laporan keuangan perusahaan anak di luar negeri menjadi laoran keuangan yang berdenominasi rupiah.

            Eksposur translasi juga merupakan potensi kenaikan atau penurunan kekayaan bersih dan laba bersih perusahaan induk, yang disebabkan oleh perubahan kurs nilai tukar sejak tanggal terakhirdilakukannyatranslasi. 

MetodeTranslasi
Ada dua metode dasar bagi translasi laporan keuangan anak perusahaan di luar negeri yang digunakanyaitu:
1. Metode nilai tukar saat ini (current rate method)
Metode nilai tukar saat ini merupakan metode yang paling lazim di dunia saat ini. dengan metode ini, lini item pada laporan keuangan ditranslasikan menurut nilai tukar saat ini dengan beberapa pengecualian. Lini item-item ini mencakup :
a. Aset dan kewajiban, seluruh aset/aktiva dan kewajiban ditranslasikan pada nilai tukar saat ini, yakni nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca.
b. Item laporan laba rugi, seluruh item, termasuk penyusutan dan harga pokok penjualan ditranslasikan pada nilai tukar actual menurut tanggal ketika berbagai pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian terjadi atau pada suatu nilai tukar rata-rata tertimbang untuk periode itu.
c. Distribusi, dividen yang dibayarkan ditranslasikan pada nilai tukar yang berlaku pada saat tanggal pembayaran.
d. Item ekuitas, akun saham biasa dan modal disetor ditranslasikan pada nilai tukar historis. Laba ditahan akhir tahun terdiri dari laba ditahan awal tahun, plus atau minus laba atau rugi untuk tahun tersebut.

2. Metode temporal (temporal method)
Dengan metode temporal, aset dan kewajiban tertentu ditranslasikan pada nilai tukar yang konsiste dengan waktu penciptaan item-item keuangan. Metode temporal mengasumsikan bahwa sejumalah lini item aset individual seperti persediaan dan peralatan pabrik bersih dinyatakan ulang secara berkala untuk mencerminkan nilai pasar. Lini item termasuk :
a. Aset moneter (terutama kas, sekuritas yang dapat diperdagangkan, piutang dagang, dan piutang jangka panjang) dan kewajiban moneter (terutama kewajiban lancar dan utang jangka panjang) ditranslasikan pada nilai tukar saat ini.
b. Aset dan kewajiban nonmoneter (terutama persediaan dan aset tetap) ditranslasikan pada nilai tukar historis
c. Item laporan laba rugi ditranslasikan pada nilai tukar rata-rata untuk periode itu, kecuali untuk item-itemseperti penyusutan dan harga pokok penjualan yang secara langsung terkait dengan aset dan kewajiban nonmoneter. Akun-akun ini ditranslasikan pada nilai tukar historis.

d. Distribusi, dividen yang dibayarkan ditranslasikan pada nilai tukar yang berlaku pada tanggal pembayaran.
e. Item ekuitas, saham biasa dan modal disetor ditranslasikan pada nilai tukar historis. Laba ditahan akhir tahun terdiri dari laba ditahan awal tahun asli ditambah (atau dikurangi) laba (atau rugi) untuk tahun berjalan, ditambah (atau dikurangi) ketidakseimbangan dari translasi.
SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar